Thursday, September 8, 2011

Sudah sekian lama
Sentil kecil tak menyentuh
Hingga merasa tetes saat itu
Adalah suatu keajaiban

Genggaman kebahagiaan
Menghambur dari tangan kecil ini

Padahal baru saja terluka
Serangan serdadu yang sama

Suatu kedengkian
merasuki jiwa
yang telah bersusah payah tenang

Kini hanya bersandar
pada sebuah tiang lapuk
Dan memaksanya tetap berdiri
Kokoh menopang diri

Tergeletak
Menantang matahari
Nan duduk angkuh
di singgasana birunya yang membentang luas
Menunggu mereguk embun
Membasahi wajah
Meresap hingga relung jiwa

Mengencangkan ikatan
Meski berarti ingkar
Namun tak ingin lagi
tergelincir
Kemudian terhempas
Lalu jatuh di kelam yang sama
290507

No comments:

Post a Comment