Thursday, September 8, 2011

Ia masih saja bisa mengacaukan pikiranku
Merusak gravity pada neuron otakku
Membuat sel syarafku kusut

Telah kuhalangi agar tak mengalir
dalam laju darahku
Namun ia telah menembus pori-pori
dan langsung menusuk nadi itu

Setiap helai rambutku
Memagari relung hati
Agar ia tersesat
Walau mustahil terjadi

Paru-paru kutahan bernapas
Karena setiap hembusan
Akan menyertai namanya...lagi

Kuingin berhenti memusat
di titik nadir
Dan kemudian...
MATI
121206

No comments:

Post a Comment