Thursday, September 8, 2011

Dengan menegapkan tangan
yang bergetar ini
Aku harus kembali menulis
Di atas lembar kebingungan

Membuka buku yang telah kututup lama
Melukiskan kembali cerita
yang kukira telah berakhir

Layaknya si pemahat buta
Menancapkan pahat pada retakan
Tentunya akan mematahkan keindahan
Menjadi keping tak berharga

Meski sepenuhnya tahu
Tak kan lagi merdu bernyanyi
Bodoh itu tetap tak peduli
Karena energi hati
Tak mampu menutupi
191106

No comments:

Post a Comment