Lelah menguasaiku
Setelah menghitung
Hari yang telah kulalui
Waktu berlari cepat
Ceria hanya kutinggalkan beberapa saat
Namun, kesadaran terlambat
Sejuta perubahan menghujat di depan mata
Penat hatiku menanti jawaban doa
Yang mampu menyapu air mata
Memunculkan kembali tawa
Bosan dengan kabut harapan
Meski permohonan tak pernah pergi
Dari mulut nakalku
Marah pada kebodohanku
Atas tangis untuknya
Terbuang sia-sia
Tiada guna
Air mata yang terkuras
Meleleh mengikis kulit logika
Iri akan tawa sekelilingku
Heran,
Kenapa dunguku masih di sana?
Mendung memandanginya
Orang yang menuduhku atas kegagalannya
Menyalahkanku merusak mimpinya
Tanpa tahu
Aku lebih kecewa
Atas impian yang sama
200306
No comments:
Post a Comment