Thursday, September 8, 2011


Lelah menguasaiku
Setelah menghitung
Hari yang telah kulalui

Waktu berlari cepat
Ceria hanya kutinggalkan beberapa saat
Namun, kesadaran terlambat
Sejuta perubahan menghujat di depan mata

Penat hatiku menanti jawaban doa
Yang mampu menyapu air mata
Memunculkan kembali tawa

Bosan dengan kabut harapan
Meski permohonan tak pernah pergi
Dari mulut nakalku

Marah pada kebodohanku
Atas tangis untuknya
Terbuang sia-sia
Tiada guna
Air mata yang terkuras
Meleleh mengikis kulit logika

Iri akan tawa sekelilingku
Heran,
Kenapa dunguku masih di sana?
Mendung memandanginya
Orang yang menuduhku atas kegagalannya
Menyalahkanku merusak mimpinya
Tanpa tahu
Aku lebih kecewa
Atas impian yang sama
200306

No comments:

Post a Comment